Carol Baines telah menikah selama 20 tahun dengan pemilik Baines Company hingga suaminya meninggal dalam kecelakaan mobil. Setelah kematiannya, Carol memutuskan untuk tidak menjual bisnis suaminya itu. Dia mencoba untuk menjalankannya sendiri. Sebelum kecelakaan, keterlibatan dia dalam bisnis hanya bentuk diskusi tidak resmi dengan suaminya saat makan malam, walaupun dia memiliki gelar sarjana dalam bidang bisnis, dengan peminatan dalam bidang manajemen.

Perusahaan Baines adalah salah satu dari tiga toko pemasok alat kantor di kota dengan populasi 200.000 orang. Dua toko lainnya dimiliki oleh jaringan bisnis nasional. Baines bukan perusahaan besar, dan hanya memperkerjakan lima karyawan. Baines memiliki tingkat penjualan yang stabil, yaitu sekitar $200.000 per tahun,  melayani teutama perusahaan kecil dikota. Perusahaan itu tidak berkembang selama bertahun-tahun dan mulai merasakan tekanan dari iklan dan harga murah toko jaringan nasional.

Untuk enam bulan pertama, Carol menghabiskan waktunya untuk membiasakn dirinya  dengan karyawan dan kegiatan operasional perusahaan. Lalu, dia melakukan analisis tentang perusahaan di kota itu yang memiliki alas an untuk membeli peralatan kantor. Berdasarkan pemahamannya tentang kemampuan perusahaan dan penilaian dia tentang pasar potensial untuk produk dan layana mereka, Carol mengembangkan sejumlah tujuan jangka panjang dan pendek untuk perusahaan. Dia balik semua perencanaannya, Carol memiliki visi bahwa Baines mampu bertahan hidup, sehat, kompetitif. Dia ingin meneruskan bisnis yang telah dimulai mendiang suaminya, tetapi lebih dari itu, dia menginginkan perusahaan itu maju.

Selama lebih dari 5 tahun pertama, Carol melakukan banyak investasi dalam periklanan, penjualan, dan layanan. Upaya ini memberi hasil karena perusahaan mulai menunjukan pertumbuhan yang cepat. Karena pertumbuhan itu, perusahaan harus memperkejakan 20 orang lagi.

Ekspansi di Baines itu sangat luar biasa karena ada masalah besar lain yang harus dihadapi Carol. Carol didiagnosis menderita kanker payudara setahun setelah suaminya meninggal. Perawatan untuk kankernya termasuk dua bulan terapi radiasi dan 6 bulan kemoterapi yang sangat kuat. Walaupun dia kehilangan rambut dan merasa sangat lelah sebagai dampak lain dari perawatan itu, Carol terus mengelola perusahaan. Terlepas dari kesulitan yang dia alami, Carol itu sukses. Di bawah kekuatan kepemimpinannya, pertumbuhan Baines berlanjut selama 10 tahun berikutnya.

Wawancara dengan karyawan baru dan lama di Baines mengungkapkan banyak hal tentang kepemimpinan Carol. Karyawan berkata, Carol adalah orang yang sangat tegas. Dia sangat peduli dengan orang lain dan adil serta baik hati. Mereka mengatakan, dia menciptakan suasana kekeluargaan di Baines. Sedikit karyawan yang keluar dari Baines sejak carol mengambil ali, Carol setia kepada semua karyawannya, dan dia mendukung kepentingan mereka. Contoh, perusahaan mensponsori tim softball di musim panas dan tim basket di musim dingin. Yang lain menggambarkan Carol sebagai orang yang kuat. Walaupun dia menderita kanker, di terus bersikappositif dan tertarik dalam bisnis. Dia tidak menjadi tertekan karena kanker dan dampak sampingnya, walaupun menghadapi penyakit kanker itu sangat sulit. Karyawan berkata, dia adalah model kekuatan,kebaikan, dan kualitas.

Di usia 55 tahun, Carol mengalihkan bisnis ke dua putranya. Dia tetap bertindak sebagai presiden tetapi tidak mengawasi kegiatan operasional harian. Perusahaan mendapatkan lebih dari $3,1 miliar penjualan, dan memperlebar tokonya hingga melebihi dua toko saluran nasional lain yang ada di kota itu.